Selasa, 18 Desember 2018

Character Drawing

 Gambar 30. Mama (Death Stranding)

 Gambar 29. Butterfly (Arena of Valor)

 Gambar 28. Rimuru Tempest (Tensei Shitara Slime Datta Ken)

 Gambar 27. Shinomiya Kaguya (Kaguya-sama Love is War)

 Gambar 26. Yatogami Tohka (Date A Live)

 Gambar 25. Filo (Tate no Yuusha)

 Gambar 24. Raphtalia (Tate no Yuusha)

 Gambar 23. Elsa & Ann (Frozen 2)

 Gambar 22. Joker (The Joker)
 Gambar 21. Kohaku (Dr. Stone)

 Gambar 20. Chain (Kekkai Sensen)

Gambar 19. Nakiri Erina & Akanegakubo Momo 

Gambar 18. Hotaru Shidare (Dagashi Kashi) 

Gambar 17. Jibril (No Game No Life) 

 Gambar 16. Mirai Kuriyama (Kyouka no Kanata)

Gambar 15. Liliana Idol (Arena of Valor) 

 Gambar 14. Sakurajima Mai (Seishun Buta Yarou
wa Bunny Girl Senpai no Yume wo Minai)

Gambar 13. Natalia Phantom Dancer (Mobile Legend) 

Gambar 12. Patchwork (Patchwork) 

Gambar 11. Rem (Re:zero Hajimeru Isekai Seikatsu) 

Gambar 10. Izumi Sagiri (Eromanga Sensei) 

Gambar 9. Sylum-san (Aldnoah Zero) 

 Gambar 8. Takagi-san (Karakai Jouzu no Takagi-san)


Gambar 7. Misaki Takasaki (Koi to Uso)

Gambar 6. Kanna Makino, Tamako Kitashirakawa, 
& Midori Tokiwa (Tamako Market)

Gambar 5. Angela (Mobile Legend) 

 Gambar 4. Kagura (Mobile Legend)

Gambar 3. Lindis Doom's Bane (Arena of Valor)

Gambar 2. Akatsuki (Log Horizon) 

Gambar 1. Shiroe (Log Horizon)

Senin, 03 Desember 2018

Hari Yang Kubenci


      Namaku Nova dan aku benci hari ulang tahunku. Itulah yang selalu aku rasakan setiap tahunnya. Semula hari itu adalah hari terbaik yang paling aku tunggu-tunggu setiap tahun. Selain umurmu yang bertambah, kamu akan merasa lebih dewasa padahal hanya umurmu yang bertambah. Tolak ukur kedewasaan bukan dari usia. Kemudian hal yang paling membuat aku bahagia adalah ucapan dari teman-temanku, entah teman sekelas, teman ekstrakurikuler, teman-teman OSIS, bahkan beberapa guru mengucapkannya. Terkadang mereka menjahiliku dengan menumpahkan tepung, minuman, sampai membuatku basah kuyup. Tapi aku tau bahwa mereka melakukannya bukan karena mereka benci atau marah padaku, mereka merayakan hari itu bersamaku dengan cara mereka sendiri.
      Namun, hari itu berubah menjadi hari yang paling aku benci. Rasa benci ini bukan karena kejadian tunggal yang langsung mengubah pandanganku dalam sekejap. Kebencianku pada hari ulang tahunku ini ada karena setiap tahunnya hari yang paling aku nanti-nantikan ini berbalik mengkhianatiku. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang aku tempuh, semakin banyak orang yang melupakan hari yang aku idam-idamkan itu. Perlahan-lahan hari itu membuat teman-temanku lupa, hari itu membuat tak ada satupun kata yang terucap dari mulut mereka untukku. Tidak ada tepung, telur, atau siraman air yang membuatku menggigil kedinginan. Tidak ada lagi... sampai akhirnya aku menyerah dan tidak berharap banyak pada hari ulang tahunku. Aku mulai menganggap hari itu adalah hari yang biasa dan menyebalkan.
      Kebencianku bertambah ketika beberapa teman dekatku merayakan hari ulang tahun mereka dengan gembira, dengan tawa, dengan pesta dan teman-teman yang ada untuk merayakan bersama. Dipenuhi dengan do’a dan harapan serta hadiah dari orang-orang yang menyayanginya. Bahkan hal yang sejak kecil aku inginkan di hari ulang tahunku pun sampai sekarang aku tak akan mendapatkannya. Ya, meniup lilin kue ulang tahun, seumur hidupku aku belum pernah meniup kue ulang tahunku sendiri. Kenapa...kenapa hari ulang tahun mereka begitu menyayanginya, bahkan mampu menggerakkan hati orang-orang disekitarnya, kenapa malah hari ulang tahunku yang berbuat jahat padaku, meninggalkanku, dan mengkhianatiku. Dosa apa yang dulu pernah aku perbuat sehingga dia tega berbuat kejam padaku.
Sedikit demi sedikit rasa benci ini terus keluar dan menambah pundi-pundi kebencian di dalam diriku. Saat itu juga aku sadar, selama ini aku hanya berharap dan terus berharap pada hari ulang tahunku dan terus berharap dialah yang akan mengatur segala apa yang akan terjadi pada hari itu. Aku telah salah, salah dalam menjalani kehidupan yang keras ini. Aku mulai sadar jika kita tidak bisa berharap atau bergantung pada orang lain, kebahagiaan kita bukan karena orang lain, melainkan atas usaha diri kita sendiri. Sejak saat itu aku rasa benciku pada hari ulang tahunku memuncak, dan sudah kuputuskan aku akan bangkit dan membuktikan padanya bahwa aku tidak membutuhkannya lagi. Kebahagiaanku bukanlah berasal darimu, tapi atas usahaku sendiri. Dan disinilah hari-hari baruku mulai kujalani dengan senang hati.
Bulan November ini usiaku menginjak 24 tahun, dan aku sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai orang kantoran biasa. Gajiku yang pas-pasan membuat aku harus bekerja sambilan di rumah sebagai pedagang. Walau tidak menjanjikan, tapi usaha kecil-kecil ini cukup untuk membeli 3 – 4 smartphone kelas atas, hehehe. Menjelang hari ulang tahunku, aku makin sibuk dengan pekerjaanku di kantor maupun berdagang. Bulan ini aku harus bekerja lebih keras karena bulan ini banyak bahan mentah yang tersedia untuk aku olah menjadi bahan siap pakai yang nantinya aku jual secara Online. Memang di era sekarang berjualan secara Online memang lebih menjanjikan dan mudah.
Tapi, di bulan November juga ada rasa sedih yang aku rasakan, ada rasa prihatin yang mendalam pada berbagai kejadian selama 4 tahun belakangan ini. Bulan November terkenal dengan banyaknya orang hilang dan banyaknya pembunuhan berantai. Banyak mayat yang ditemukan selalu kehilangan organ yang ada di tubuhnya, entah mata, ginjal, otak, bahkan jantung. Dan hal yang paling membuatku kehilangan adalah beberapa temanku, teman SD, SMP, SMA bahkan kuliah juga menghilang pada bulan November. Aku mulai ketakutan, khawatir dan cemas, bagaimana jika penculik dan pembunuh itu mulai melirikku, apa yang harus aku lakukan?
Terlepas dari hal mengerikan itu, tak terasa hari ini adalah tanggal 7 November, ya hari ulang tahunku. Tapi, aku menghabiskan hari itu dengan bekerja mencari bahan baku dan mempersiapkan semuanya sebelum siap dijual. Hari ini akan sangat melelahkan dengan banyaknya barang yang aku dapatkan. Tak terasa hari sudah petang, aku pun kembali ke kosku dengan membawa cukup banyak kantung kresek besar. Aku membopongnya dengan susah payah karena beratnya cukup membuatku berjalan sempoyongan. Setelah sampai aku membuka pintu kosanku, aku tidak menyangka hari itu datang lagi, aku dikejutkan oleh banyak teman-temanku yang datang. Sejujurnya aku kebingungan bagaimana caranya mereka masuk apartemenku, dan aku melihat  ibu kos menyengir padaku. Hahaha...rupanya ibu koslah yang membukakan pintu untuk mereka dan mempersiapkan kejutan ini. Tahun lalu aku juga mengalaminya di kosku yang lama, tetapi aku tidak berfikir sejauh itu, ternyata memang ibu koslah yang merencanakan semuanya. Perasaan yang dulu sudah terkubur sangat dalam perlahan naik dan membawaku dalam nostalgia itu.

Setelah aku bersenang-senang dan menikmati kue ulang tahunku, aku teringat soal pekerjaanku yang harusnya aku kerjakan sedari tadi, ya mengolah bahan-bahan untuk nantinya aku jual. Karena bahan –bahan tersebut tidak tahan lama jadi aku harus segera mengolanhnya. Aku mulai membuka kantung kresek besar itu dan mulai mengolah bahan-bahannya. Aku mengambil pisau dan menguliti dengan hati-hati karena kualitas bahan juga akan berpengaruh pada nilai jualnya. Jangan sampai pisauku ini malah akan merusak bahannya. Setelah semua selesai, aku mulai memilah bahan-bahan yang masih berfungsi, kemudian aku mencucinya dengan air. Pekerjaanku hampir selesai ketika aku masuk pada tahap terakhir yaitu memasukkan bahan-bahan tadi ke dalam wadah bening yang berisi alkohol 75% kemudian menutupnya dengan rapat. Tidak lupa aku memberi label pada setiap wadah agar pembeli tidak bingung dan tau. Label bertuliskan “sepasang ginjal, kondisi baik, rentang waktu 7 hari” adalah label terakhir yang harus aku pasang ke wadah terakhir. Akhirnya pekerjaanku selesai, dan teman-temanku menyambutnya dengan senyuman kaku mereka. Mereka terlihat senang walaupun beberapa dari mereka mempunyai lubang di perut dan dada mereka, bahkan ada yang kehilangan kedua bola mata mereka. Aku senang bisa menyelesaikan pekerjaanku tepat waktu dan teman-teman serta orang-orang terdekatku selalu ada saat hari ulang tahunku. Bahkan setiap tahun jumlah mereka terus bertambah dan lebih banyak penghasilan yang aku dapat karena dukungan dari teman-temanku. Aku telah membuktikan bahwa kebahagiaan bukan berasal dari orang lain, melainkan usahamu untuk mewujudkannya.

Keesokan harinya aku dibangunkan oleh sirine polisi yang memaksaku untuk bangun dan melakukan beberapa aktivitas di pagi hari, ya...menyapu. Karena semalam pekerjaanku mengotori seluruh lantai kosan aku juga harus mengepelnya. Pandanganku tiba-tiba tertuju pada secarik kertas yang sudah terkena noda darah yang ada di lantai. Aku tertawa sekilas dan membuang kertas kwitansi itu yang bertuliskan “Pemesanan Kue Ulang tahun  pada tanggal 6 November atas nama Nova Tri Arkan”.

-TAMAT-