Hai
Biologiwan-Biologiwati... sudah boring dengan blog ini?? Eist.., di halaman ini
bakalan beda dari halaman-halaman yang lain. Soalnya di laman yang satu ini
akan ada cerita pendek yang akan membuat pemikiran Biologiwan-Biologiwati
berubah 180 derajat. Yang awalnya biologi itu penuh dengan materi-materi yang
susah dan banyak hafalan, kini terangkum simpel dalam sebuah cerpen yang
berjudul "Rekam Jejak Virus Influenza". Selamat membaca!!
"REKAM JEJAK VIRUS INFLUENZA"
 |
| Virus Influenza |
Alkisah,
hiduplah sebuah virus baru di awal abad pertengahan. Saat itu namanya belum
terkenal seperti sekarang yang tidak lain adalah virus Influenza, virus ini
hanya menyerang sel saluran pernafasan dan mudah menyebar dari satu orang ke
orang lainnya. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan untuk menyebar melalui
udara. Sehingga, semakin mudah untuknya menambah koloni-koloni dari satu
individu ke individu lainnya.
“Seranglah mangsa kita kali ini !” perintah Raja Kerajaan Sri Influenza. “Baik,
paduka raja.”jawab salah satu pengawal. Persebaran virus Influenza secara
besar-besaran melalui udara ini membuat penduduk daerah Kauki menjadi menderita
sampai-sampai penyakit ini mewabah ke daerah tetangga. Kisah ini bukan
bercerita bagaimana keadaan orang-orang yang terkena virus Influenza, bagaimana
cara mengobatinya, dan berapa lama waktu penyembuhan atau menyangkut keadaan
kesehatan penduduk daerah Kauki. Kisah ini akan dimulai dari ruang lingkup yang
kecil, yaitu sel.
Ketika
Raja Sri Influenza memerintahkan untuk menyerang mangsa alias ‘sel inang’, maka
mulailah para pengawal, perajurit-perajurit hingga rakyat jelata mulai masuk
kedalam tubuh korbannya dan mulai bereplikasi untuk menggandakan diri dan
membobol pertahanan inangnya sehingga sel inang akan menjadi pecah. Dan misi
mereka akan berhasil.
Tak
biasanya, Raja Sri Influenza juga ikut melakukan penyerangan ke dalam sel
inang, ia ingin berdedikasi terhadap rakyat-rakyatnya dan membuat sejarah baru
sebagai raja pertama yang juga ikut melakukan penyerangan kedalam sel inang.
Tugas seperti ini biasanya hanya dilakukan oleh para pengawal, perajurit, dan
rakyat jelata. Raja mulai meninggalkan istana kerajaan dan mulai masuk kedalam
tubuh salah satu rakyat di daerah Kauki melaui udara yang dihirupnya.
Dalam
beberapa menit pertama perjalanan Raja Sri Influenza, ia pun merasa takjub
melihat struktur dan sistem kerja tubuh manusia yang saling berhubungan.
Sampai-sampai ia lupa akan tugasnya sebagai virus, yaitu mencari sel inang
untuk melengkapi asam nukleatnya, sebab virus hanya memiliki satu asam nukleat
yaitu RNA atau DNA. Namun, takdir tidak bisa terelakkan, mau tidak mau
sudah kodrat virus untuk berbuat demikian. Pada akhirnya, raja pun tetap
melaksanakan tugasnya, meski kali ini ia tidak menyadarinya.
Ini
dimulai ketika Raja Sri Influenza bertemu dengan sebuah sel inang yang cantik
nan rupawan, ia adalah sel saluran pernafasan. Raja pun jatuh hati kepadanya,
namanya adalah Ressy. Ia merupakan putri dari Kerajaan Sistem Respirasi.
Kemudian, sang raja mengurungkan niatnya untuk menyerang sel inang. Namun,
tanpa disadarinya lagi ia tetap melakukan `replikasi’.
Dimulai
dengan fase adsorpsi, dan dilanjutkan dengan tahap penetrasi. Sang raja
masih tidak menyadari kalau ia telah menyerang orang yang dicintainya. Dan pada
saat ia memasuki tahap sintesis, terlihat satu leukosit menghampirinya.
Didadanya terdapat banyak lencana, wajahnya menyiratkan pengalaman perang
melawan koloni-koloni virus selama berbulan-bulan.
“Ressy,kamu
telah di manfaatkan oleh orang itu! Ia adalah virus dan sangat membahayakanmu.”
ucap Leo.
“Apa?
Ia bisa membahayakanku? Sungguh ini tidak mungkin sebab dari tadi ia tidak
melakukan apa-apa.”
“Iya,
benar yang dikatakannya, aku sejak tadi tidak melakukan apa-apa.” ujar sang
raja.
“Ah,
cepat keluarlah dari Kerajaan Sistem Respirasi ini sebab aku sudah mengetahui
niat jahat mu!”perintah Leo.
“Leo,
kamu ini apa-apan sih. Dia ini tamu kita, jadi kita tidak bolah mengusirnya.”
“Kamu
itu tidak tahu ya, kalau virus itu sangat berbahaya bagi kamu. Ia bisa membuat
mu mati, Ressy.”
“Benarkah
itu, raja?”tanya Ressy kepada Raja Sri Influenza.
“Tidak,
aku tidak akan membuatmu mati kok. Percayalah kepada ku.” ujar Raja Sri Influenza.
“Nah,
sudah kau dengar Leo, kalau dia ini bukan orang jahat. ”
“Ya,
tapi kan...”. Leo ingin mengatakan sesuatu, namun kata-katanya dipotong oleh
kedatangan seorang lelaki tua yang bijaksana dari kerumunan Leukosit.
“Jendral?”
Leo kaget melihat Jendral sudah ada disampingnya.
“Sudah-sudah,
jika Putri tidak percaya apa yang dikatakan Leo, maka kita lihat nanti apa yang
akan terjadi. Mari kita pergi dari sini.” ajak Jendral.
“Ya
sudah, mari kita pergi.” Leo pun pergi meninggalkan mereka .
Tak
beberapa lama, raja kembali melanjutkan proses replikasinya. Dan Ressy pun juga
tidak menyadarinya. Sampai ke tahap pematangan, virion-virion baru terbentuk
menjadi beribu-ribu, sehingga keadaan di Kerajaan Sistem Respirasi menjadi
semakin sesak. “Ayo kita serang kerajaan ini !” salah satu virion mengumumkan
sesuatu kepada virion yang lain. Akhirnya, ketika tahap Lisis, virion-virion
tadi menyerang pertahanan Kerajaan Sistem Respirasi hingga membuat banyak
kerusakan dan Ressy pun ikut diserang tanpa terkecuali, hingga ia pun mati.
Perlahan-lahan
virus lain keluar dari Kerajaan Sistem Respirasi dan kembali keluar melalui
udara. Disana hanya terdapat Raja Sri Influenza yang meratapi kejadian singkat
tadi dan menyesali apa yang ia lakukan. Tanpa ia sadari lagi, ia telah membunuh
Ressy.
“Kalau
begini, aku tidak mau kembali lagi ke kerajaanku, aku tidak mau lagi hidup
sebagai virus kalau seperti ini jadinya.”sesal Raja Sri Influenza.
“Oh
begitu, permintaan diterima. Kau memang tidak akan menjadi virus lagi!” sebuah
suara datang arah belakang dan mengejutkan Raja Sri Influenza. Ternyata ia
adalah Leo.
”Apa
maksudmu?”Raja Sri Influenza heran.
“Kau
tidak ingin menjadi virus lagi kan? Kalau begitu..”
PRAAAAK...
ia menendang kapsid Raja Sri Influenza hingga bocor.
“Lebih
baik kau mati sekarang juga!”lanjut Leo.
“Apa?
Ini semua tidak adil!”lawan Raja Sri Influenza sambil memberi sebuah pukulan
kearah Leo.
“Iya,
ini semua sudah adil sebab kau telah menghilangkan nyawa putri kerajaan kami,
yaitu Ressy.“jawab Leo sambil menangkis serangan Raja Sri Influenza. Leo
kembali memberikan tendangan hingga raja terpental dan mati.
Jendral
bertepuk tangan melihat ini semua. “Kerja yang bagus,Leo.” seru Jendral.
“Terima kasih,Jendral.”balas Leo. “Kali ini kita bisa menyelesaikan misi kita
untuk meberantas virus-virus, segeralah menetralkan keadaan sehingga Kerajaan
Sistem Respirasi kembali seperti semula.”perintah Jendral. “Baik,
Jendral.”jawab Leo.
Kerajaan
Sistem Respirasi kembali normal seperti semula, seperti tidak ada peritiwa yang
terjadi. Selain itu, Ressy dihidupkan kembali, sebab ada beberapa selnya yang
tersisa dan kembali hidup setelah di netralisir oleh Leo dan Jendral. Dan semua
Leukosit yang bertugas semakin meningkatkan pertahanan mereka dari serangan
virus maupun bakteri.
-TAMAT-